Ads

Ads

Senin, 09 Maret 2015

Anggota Satpol PP Cabuli Siswi SMP Teladan Hingga Hamil

13.15 - No comments
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Serdang Bedagai, Christian Pramona Zebua (22) yang telah mencabuli siswi SMP Teladan berisinial NPS (15) hingga hamil ternyata sempat meminta korban untuk menggugurkan kandungannya. Hal itu diungkapkan korban ketika ditemui Tribun di Polda Sumut.
Photo Korban saat mengendong anaknya di Halaman MAPOLDASU Elin Sahputra

"Waktu ketahuan saya hamil, keluarganya sempat datang ke rumah om. Mereka minta kalau saya gugurkan kandungan saya," kata korban sembari menangis, Senin (9/3/2015) sore.

Menurut korban, saat itu, pihak keluarga pelaku menawarkan uang perdamaian sebesar Rp12 juta. "Uang itulah untuk gugurkan kandungan saya. Saya enggak mau om," kata korban.

Kala itu, keluarga pelaku juga meminta agar persoalan ini dihentikan begitu saja setelah uang Rp12 juta diberikan. "Katanya uang itulah untuk biaya saya gugurkan kandungan. Saya kan ngekos om. Jadi uang itu dikasih agar kasusnya enggak dilanjutkan," kata korban.

Setelah mengalami pemerkosaan, korban pun kemudian melapor ke Polda Sumut. Sampai saat ini, kasunya mandek dan tidak diketahui kejelasannya.

Hingga saat ini, pihak keluarga berusaha keras menemui penyidik Subdit IV Renakta Polda Sumut. Rencananya, korban meminta agar pelaku segera ditangkap.

Sumber: (Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus)

Jumat, 30 Januari 2015

Usulkan RUU Bela Negara

20.12 - No comments

PKS Berencana Usulkan RUU Bela Negara

[Jakarta] - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana untuk mengusulkan Rancangan Undang-Undang Bela Negara dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015-2019.
Rencana itu muncul dalam rapat kerja fraksi yang digelar di Jakarta, Jum'at-Sabtu (30-31/1). RUU yang akan mengatur warga negara Indonesia untuk wajib militer ini akan diusulkan sebagai RUU usulan Fraksi ke Badan Legislatif (Baleg) DPR RI.
Mahfudz Siddiq                               Photo Republika Wihdan Hidayat

Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Sidiq mengungkapkan RUU Bela Negara ini baru akan diusulkan menjadi judul RUU dalam prolegnas. Sehingga, belum ada draf rancangannya. PKS memandang RUU Bela Negara sangat sejalan dengan kemajuan suatu bangsa.

Sebab, dari contoh negara maju, wajib militer mendidik warga untuk berdisiplin, bermental bagus dan dapat dimobilisasi untuk pertahanan nasional. Jadi wajib militer bukan sebagai iron stock militer, tapi lebih untuk diajari kedisiplinan, kerja tim, keberanian, tanggungjawab, dan menghadapi tantangan.

"Tantangan terbesar Indonesia adalah SDM (Sumber Daya Manusia) dan budaya, maka ruang terbuka yang jadi titik lemah ini dapat diantisipasi dengan wajib militer," katanya di Jum'at (30/1).

Mahfudz menambahkan, sudah banyak contoh keberhasilan dari wajib militer ini dengan kemajuan negara. Yang paling dekat, kata dia, adalah negara Singapura.

Advertisement
Di Singapura, setiap warga yang sudah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) diwajibkan untuk mengikuti wajib militer. Selesai wajib militer, baru dapat melanjutkan jika ingin ke Universitas atau ke pendidikan militer selanjutnya.

RUU Bela Negara ini berbeda dengan RUU Komponen Cadangan (Komcad) atau RUU Keamanan Nasional (Kamnas). Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKS ini mengungkapkan, Komcad lebih pada sistem dan manajemen keamanan nasional, sedangkan Kamnas tidak ada wajib militer. 

Padahal, di RUU Bela Negara nantinya, wajib militer menjadi bagian dari pendidikan. Agar tidak ada waktu putus pendidikan. Baik untuk masuk universitas maupun ke jenjang pendidikan militer lagi.

"Nanti harus ada kurikulumnya selama wajib militer ini," katanya.

PKS tidak menargetkan kapan RUU Bela Negara ini mulai dibahas. Namun, targetnya adalah dapat dimasukkan dalam masa sidang kali ini.

Rabu, 24 Desember 2014

HAPPY CHRISTMAS DAY

14.36 - No comments
Keluarga Besar Program Nasional Warga Bela Negara 
~ Large Family Unit of the National Citizens State Defense Program  ~
[ProNas WaBeNa]
say HAPPY CHRISTMAS DAY December 25, 2014.

No Kontak: 
+62 878 6957 1577 / +62 856 6301 477
Email: pronaswabena@gmail.com

Jumat, 19 Desember 2014

Hari Bela Negara Berhasil kumpulkan 83 kantong darah

13.14 - No comments

Lanal Timika gelar donor darah memperingati Hari Bela Negara


[Timika] - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal)Timika jajaran Koarmatim menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Bela Negara 2014.
(Foto: Dispenarmatim
Bertempat di Balai Pengobatan Rumdis Gorong-gorong Komplek Lanal Timika Kabupaten Mimika Papua, Kamis (18/12), kegiatan kemanusian yang bekerja sama dengan RSUD dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Mimika tersebut selain diikuti oleh seluruh Prajurit dan PNS Lanal Timika juga diikuti oleh Prajurit dan PNS dariSatuan TNI se Kabupaten Mimika.
Hadir pada kegiatan tersebut seluruh Komandan Satuan TNI se Kabupaten Mimika. Komandan Lanal Timika Letkol Laut (P) Mulyadi, S.E.
Dalam sambutannya mengatakan kegiatan donor darah ini merupakan salah satu wujud nyata Bhakti TNI di bidang kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama masyarakat yang berada di Kabupaten Mimika.
Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 83 kantong darah yang selanjutnya diserahkan kepada Palang Merah Indonesia Kabupaten Mimika.
Autentikasi
KadispenarmatimLetkol Laut
(KH) Maman Sulaeman

Upacara Bela Negara, Slank Nyanyikan Lagu Gombloh

13.11 - No comments
[Jakarta] - Upacara peringatan Hari Bela Negara digelar di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Desember 2014. Upacara dihadiri para menteri dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Turut hadir dalam acara itu, grup band Slank. Mereka didaulat menyanyikan lagu Kebyar-kebyar ciptaan Gombloh. Selain Slank, hadir juga Jaya Suprana.


Gombloh adalah penyanyi kelahiran Jombang, Jawa Timur, 14 Juli 1948, dengan nama Soegjarwoto Soemarsono. Dia meninggal di Surabaya pada 9 Januari 1988. Beberapa lagu ciptaannya menggugah semangat nasionalisme, di antaranya Dewa Ruci, Gugur-gugur Bunga, Gaung Mojokerto-Surabaya, Indonesia Kami, Indonesiaku, Indonesiamu, Pesan buat Negeriku, dan Bung Karno. Kebyar-kebyar masih sering dilantunkan oleh banyak penyanyi sekarang.

Budayawan Jaya Suprana hadir untuk mendaulat pengibaran bendera raksasa. Bendera Merah Putih ukuran 58 x 38 meter tersebut diklaim memecahkan rekor Indonesia sekaligus rekor dunia. Tim pengibaran bendera selebar setengah lapangan bola itu dipimpin oleh Chris John, mantan petinju dunia. Beberapa menteri turut mengibarkan. Mereka adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Adapun upacara peringatan Hari Bela Negara dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno. Sedangkan komandan upacaranya yakni binaragwan I Gusti Agung Ray Kusuma Yudha alias Ade Ray.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi acara tersebut. "Apalagi ada bendera terbesar di dunia. Bagus," ujarnya.

Menurut dia, bela negara tidak hanya diwajibkan untuk tentara. "Kita tidak sadar bahwa bela negara wajib buat semua warga," tuturnya. (Baca: Menwa Bakal Dihidupkan Kembali Untuk Bela Negara)

Hari Bela Negara yang ditetapkan pada 19 Desember ini merupakan hari bersejarah bangsa Indonesia untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia oleh Mr Syafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat pada 19 Desember 1948. 

Syafruddin Prawiranegara, yang saat itu menjabat Menteri Kemakmuran dalam kabinet Presiden Sukarno, mendapatkan mandat dari Presiden untuk membentuk pemerintahan darurat di Bukittinggi, Sumatera Barat. Perintah tersebut dibuat karena kondisi pemerintahan saat itu dianggap genting. Yogyakarta sebagai ibu kota RI kembali diduduki oleh Belanda. Peristiwa itu disebut dengan Agresi Militer Belanda II. 

Saat bersamaan, Sukarno dan wakilnya, Muhammad Hatta, ditawan dan diasingkan di Pulau Bangka, sehingga jabatan pemimpin RI sementara diserahkan pada Syafruddin Prawiranegara sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia).

Hari Bela Negara diperingati di Monumen Nasional (Monas) pada hari ini, didasari Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara oleh Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono.

by: ERWAN HERMAWAN - Tempo Online

Ade Rai Jadi Komandan Upacara Hari Bela Negara Ke VIII Tahun 2014

13.05 - No comments
[Jakarta] - Peringatan Hari Bela Negara jatuh pada hari ini, Jumat, (19/12/2014). Pemerintah menggelar upacara pencanangan gerakan nasional Bela Negara di silang Monas, Jakarta.

Pantauan Liputan6.com, upacara tersebut dipimpin komandan upacara berambut gondrong yang tak lain adalah I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai alias Ade Rai yang merupakan mantan atlet binaragawan.

Ade Rai ditunjuk sebagai komandan karena dipandang telah membela negara dengan segudang prestasinya. Salah satunya meraih medali emas SEA Games pada tahun 1997.

Upacara tersebut turut dihadiri Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno sebagai inspektur upacara. Bukan hanya itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim, dan Men PAN-RB Yuddy Chrisnandi. Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan hadir ternyata batal.

Hadir juga sejumlah tamu undangan, di antaranya Band Slank, penyanyi senior Reza Artamevira, dan Perwakilan Pos Indonesia. Dalam upacara itu akan dilaksanakan pengibaran bendera Merah Putih terbesar didunia berukuran 2.250 meter dengan Monas sebagai tiangnya.

Berdasarkan Kepres Nomor 28 Tahun 2006 ditetapkan setiap tanggal 19 Desember diperingati sebagai Hari Bela Negara untuk memperingati deklarasi PDRI oleh Syafruddin Prawira Negara di Sumatera Barat pada 19 Desember 1948.

Sumber: Liputam 6

Bendera 2.250 Meter Persegi Dikibarkan di Monas

12.49 - No comments

HARI BELA NEGARA: 

Bendera 2.250 Meter Persegi Dikibarkan di Monas


[Jakarta] - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri upacara dan pencanangan Gerakan Nasional Bela Negara dalam rangka peringatan Hari Bela Negara Tahun 2014, di Silang Monas Selatan, Jumat (19/12/2014).


Ahok sangat mendukung digelar upacara bendera seperti ini. Pasalnya, banyak warga yang tak sadar kewajiban bela negara. 

"Saya kira memang perlu dibuat semacam upacara bendera seperti ini, karena banyak dari kita tidak sadar bahwa kewajiban bela negara itu bukan hanya TNI, tapi semua warga negara Indonesia," katanya.

Dikatakan, jika semua warga negara Indonesia mengetahui bahwa mereka juga memiliki kewajiban membela negara, maka negara akan semakin kuat.

"Kalau semua komponen bangsa disatukan, kita akan semakin kuat," ujarnya.

Pencanangan gerakan nasional bela negara tersebut ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih selebar 2.250 meter persegi. Ahok yang menggunakan baju sadariah ikut menarik tali pengibaran bendara bersama dengan para menteri Kabinet Kerja, serta puluhan orang lainnya. (Bisnis.com)

© 2014 ProNas WaBeNa. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top